Judul: Kemitraan Semu dalam Ekonomi Gig di Indonesia
Editor: Ari Hernawan, Arif Novianto, & Anindya Dessi Wulansari
Penerbit: IGPA Press
Terbal: 222 halaman

INFORMASI BUKU:
Hubungan kemitraan sejak booming layanan transportasi online menjadi semakin menyebar luas. Tren mengklasifikasikan pekerja sebagai “mitra” kini menjadi jamak ditemui. Persoalan muncul, ketika para pekerja yang diklasifikasikan sebagai mitra tidak mendapatkan hak sebagai mitra. Pada praktiknya, hubungan kemitraan justru digunakan oleh perusahaan untuk mengalihkan risiko bisnis ke pekerja. Pada konteks tersebut, yang berjalan adalah kemitraan semu bukan kemitraan sejati.

Buku “Kemitraan Semu dalam Ekonomi Gig di Indonesia” menghadirkan narasi kritis dalam melihat hubungan kemitraan. Buku ini ditulis secara kritis oleh para akademisi dan aktivis. Buku dapat didownload atau unduh secara gratis di sini: Ebook_Kemitraan Semu dalam Ekonomi Gig di Indonesia_IGPA Press_2024

PERHATIAN: sangat disarankan untuk menyebarluaskan ebook buku ini 📢

Institutionalizing Smart City: a city and a municipality perspective 

Bima Katangga, S.IP, MPA. Sania Octa Priscilia, S.A.P dan Andre Lofika Pegi, S.AP

 

Penelitian ini mengkaji implementasi konsep smart city di Kota Yogyakarta dengan fokus pada fenomena-fenomena yang muncul selama proses penerapan. Berdasarkan temuan awal, penelitian ini menyoroti beberapa masalah krusial seperti kesalahpahaman konsep smart city, paternalisme dalam pengambilan keputusan, governmentality dalam regulasi dan perencanaan, serta kurangnya penetapan target dan indikator penilaian kesuksesan. Melalui pendekatan analisis interpretatif mendalam, studi ini bertujuan untuk menjelaskan kompleksitas dan ambiguitas dalam perencanaan dan pelaksanaan kota pintar di Kota Yogyakarta, menekankan perlunya pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif.

 

Institutionalizing Smart City: a city and a municipality perspective 

Bima Katangga, S.IP, MPA. Sania Octa Priscilia, S.A.P dan Andre Lofika Pegi, S.AP

 

This study aims to explain the complexity and ambiguity in smart city planning and implementation in Yogyakarta City, emphasizing the need for a comprehensive and collaborative approach. We examine the implementation of the smart city concept Through an in-depth interpretive analysis approach. Our study focused on the issues that arise during the implementation of smart city in Yogyakarta City. Our findings highlight several crucial problems such as misunderstanding of the smart city concept, paternalism in decision making, governmentality in regulations and planning, as well as the lack of target setting and success assessment indicators. 

Judul: Menyoal Kerja Layak dan Adil dalam Ekonomi Gig di Indonesia
Editor: Yeremias T. Keban, Ari Hernawan, dan Arif Novianto
Penerbit: IGPA Press
Ukuran: 14 x 21 cm
Terbal : 224 halaman

Informasi buku:

Ekonomi gig, sebagai bentuk ekonomi yang menekankan pada upah berdasarkan jumlah barang/jasa yang diselesaikan, kini semakin banyak diperbincangkan. Di satu sisi, banyak yang menyanjung ekonomi gig sebagai ekonomi masa depan, karena telah mampu menyerap jutaan tenaga kerja, memberi mereka fleksibilitas, dan menunjang pertumbuhan ekonomi. Namun di sisi lain, ekonomi gig telah berkontribusi pada kerentanan kerja, karena ketiadaan perlindungan sosial dan kepastian pendapatan bagi para pekerjanya. Kerentanan tersebut memungkinkan untuk terjadi, karena mereka diklasifikasikan sebagai kontraktor independen dengan hubungan kemitraan, bukan hubungan kerja buruh-pengusaha. Dampaknya, pekerja gig menjadi belum menikmati perlindungan kerja berupa upah minimum, jam kerja 40 jam/minggu, hak berserikat, hak libur, dan jaminan sosial sebagaimana yang diterima pekerja dalam hubungan kerja buruh-pengusaha. Sementara itu, hubungan kemitraan berjalan dengan tidak adil, karena setiap keputusan dilakukan sepihak oleh perusahaan platform, sehingga merugikan pekerja gig.

Dalam buku ini, kami mengurai persoalan yang terjadi dalam ekonomi gig di Indonesia. Buku ini menyajikan analisis tentang belum tercapainya kondisi kerja layak dan adil bagi pekerja gig, baik yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, kurir, musisi, buruh jahit, dan pekerja kreatif. Persoalan tersebut dianalisis dari kacamata yang beragam, dari pendekatan ekonomi politik, regulasi, budaya kritis, hingga kekuasaan. Buku ini menjadi bacaan awal yang penting untuk memahami beragam persoalan di ekonomi gig dan bagaimana untuk mendorong terwujudnya kerja layak dan adil bagi pekerja gig.

Buku dapat didownload atau unduh di sini: Ebook_Menyoal Kerja Layak dan Adil dalam Ekonomi Gig di Indonesia_IGPA Press

 

*jika ada kendala untuk mengakses ebook buku, silahkan dm IG @igpa.mapfisipolugm atau email: igpa@ugm.ac.id

The AHP-SWOT Analysis of Strategies for Disaster Risk Reduction in Tourist Area of Borobudur, Indonesia

Dr. Erda Rindrasih, MURP, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin, Kurnia Cahyaningrum Effendi, SIP, MPA, Dian Silviani, S.AP.

 

Seiring dengan meningkatnya mobilitas manusia dan meningkatnya konektivitas infrastruktur, risiko bencana diperkirakan akan meningkat, terutama di destinasi wisata alam seperti taman nasional. Di Indonesia, banyak destinasi wisata terkenal yang terletak di daerah yang rawan bencana, di mana hanya ada sedikit upaya untuk mengimplementasikan strategi dan program yang bertujuan untuk mengurangi risiko bagi wisatawan dan penduduk lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan pengurangan risiko bencana di kawasan Borobudur Prambanan Yogyakarta, Indonesia, yang rentan terhadap bencana. Analisis AWOT (AHP+SWOT) digunakan untuk melakukan perbandingan berpasangan terhadap faktor-faktor yang ada untuk memprioritaskan faktor-faktor tersebut berdasarkan nilai eigen dan menghasilkan opsi-opsi strategis untuk meningkatkan pengurangan risiko bencana di daerah-daerah tujuan wisata. Temuan yang paling penting dari penelitian ini adalah bahwa penerapan kebijakan penggunaan lahan untuk meningkatkan pengembangan pariwisata dengan tetap mempertimbangkan dampak bencana merupakan hal yang sangat penting. Studi ini memperkuat landasan metodologis untuk menentukan strategi dalam mengurangi risiko bencana di kawasan pariwisata, khususnya dengan fokus pada kasus destinasi wisata Borobudur, Yogyakarta, dan Prambanan.

 

The AHP-SWOT Analysis of Strategies for Disaster Risk Reduction in Tourist Area of Borobudur, Indonesia

Dr. Erda Rindrasih, MURP, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin, Kurnia Cahyaningrum Effendi, SIP, MPA, Dian Silviani, S.AP.

 

Along with the increasing human mobility and infrastructure connectivity, so does the projection of disaster risks, especially in natural tourist destinations such as national parks. In Indonesia, many well-known tourist destinations are located in disaster-prone areas, where there has been little effort to implement strategies and programs aimed at reducing risks to tourists and local residents. This research aims to identify strategies to increase disaster risk reduction in the Borobudur Prambanan Yogyakarta area, Indonesia, which is vulnerable to disasters. AWOT analysis (AHP+SWOT) is used to carry out pairwise comparisons of existing factors to prioritize these factors based on eigenvalues and produce strategic options to increase disaster risk reduction in tourist destination areas. The most important finding from this research is that implementing land use policies to increase tourism development while still considering the impact of disasters is very important. This study strengthens the methodological basis for determining strategies for reducing disaster risk in tourism areas, specifically focusing on the case of the tourist destinations Borobudur, Yogyakarta and Prambanan.